• Mon. Jul 22nd, 2024

Tips Digital Marketing

Tips & Tutorial Digital Marketing

Simak Kandungan Gula Nasi Putih yang Jarang Orang Tahu

ByDigital

Jan 31, 2024
Simak Kandungan Gula Nasi Putih yang Jarang Orang Tahu

Nasi putih merupakan makanan pokok yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Nasi putih mengandung karbohidrat yang dapat diubah menjadi glukosa oleh tubuh. Glukosa adalah sumber energi utama bagi otak dan seluruh tubuh.

Namun, konsumsi nasi putih yang berlebihan dapat menyebabkan peningkatan gula darah, terutama bagi penderita diabetes. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui kandungan gula nasi putih dan cara mengonsumsinya dengan tepat.

kandungan gula nasi putih

Kandungan Gula pada Nasi Panas dan Dingin

Menurut laman Live Strong, satu porsi nasi putih berbutir panjang sebanyak 100 gram mengandung 0,05 gram gula, tetapi mengandung 28,17 gram karbohidrat, yang diubah tubuh menjadi gula. Jumlah ini setara dengan 7 sendok teh gula. Kandungan gula nasi putih dapat berbeda tergantung pada jenis, ukuran, dan cara memasaknya.

Salah satu faktor yang memengaruhi kandungan gula nasi putih adalah suhu. Nasi putih yang masih panas memiliki indeks glikemik yang lebih tinggi daripada nasi putih yang sudah dingin. Indeks glikemik adalah ukuran seberapa cepat makanan meningkatkan gula darah setelah dikonsumsi. Semakin tinggi indeks glikemik, semakin cepat gula darah naik.

Nasi putih yang sudah dingin memiliki indeks glikemik yang lebih rendah karena mengalami proses retrogradasi. Retrogradasi adalah perubahan struktur pati yang terjadi saat makanan didinginkan.

Pati yang mengalami retrogradasi menjadi lebih resisten atau sulit dicerna oleh enzim di usus. Pati resisten ini tidak akan meningkatkan gula darah secara signifikan, bahkan dapat memberikan manfaat kesehatan lainnya, seperti meningkatkan kesehatan usus dan menurunkan kolesterol.

Namun, hal ini tidak berarti bahwa nasi dingin lebih sehat daripada nasi panas. Nasi dingin tetap mengandung karbohidrat yang tinggi dan dapat meningkatkan gula darah jika dikonsumsi dalam jumlah banyak. Selain itu, nasi dingin juga dapat meningkatkan risiko keracunan makanan jika tidak disimpan dengan benar. Oleh karena itu, sebaiknya konsumsi nasi putih dengan porsi yang sesuai dan simpan di lemari es jika ingin dimakan kemudian.

Beras Khusus Diabetes

Bagi penderita diabetes, mengonsumsi nasi putih dapat menyebabkan masalah kesehatan. Nasi putih dapat meningkatkan gula darah, kolesterol, tekanan darah, dan berat badan. Untuk menghindari hal ini, penderita diabetes dapat memilih beras khusus diabetes yang memiliki indeks glikemik yang lebih rendah dan kandungan nutrisi yang lebih tinggi daripada nasi putih. Beberapa jenis beras khusus diabetes adalah:

  1. Beras merah
    Beras merah tidak mengalami proses penggilingan dan pengelupasan kulit ari. Beras merah tergolong rendah karena indeks glikemiknya yang berkisar 50. Selain itu, beras merah juga mengandung banyak serat, antioksidan, vitamin, dan mineral yang bermanfaat bagi kesehatan.

    Serat dapat membantu mengatur berat badan, kolesterol dan gula darah. Antioksidan dapat melindungi sel dari radikal bebas. Vitamin dan mineral dapat membantu tubuh Anda berfungsi dengan baik.
     

  2. Beras basmati
    Beras basmati adalah beras yang memiliki butir panjang, tipis, dan beraroma. Beras basmati memiliki indeks glikemik sekitar 43-60, yang termasuk dalam kategori rendah sampai sedang. Beras basmati juga mengandung serat, protein, dan magnesium yang bermanfaat untuk kesehatan.

    Serat dapat membantu menciptakan rasa kenyang yang lebih lama dan mencegah konstipasi. Protein dapat membantu membangun dan memperbaiki jaringan tubuh. Magnesium dapat membantu mengatur insulin dan gula darah.
     

  3. Beras hitam
    Beras hitam adalah beras yang memiliki warna hitam atau ungu gelap karena mengandung pigmen antosianin. Beras hitam memiliki indeks glikemik sekitar 42, yang termasuk dalam kategori rendah.

    Beras hitam juga kaya akan serat, antioksidan, vitamin, dan mineral yang baik untuk kesehatan. Serat dapat membantu mengendalikan gula darah, kolesterol, dan berat badan. Antioksidan dapat melindungi sel dari radikal bebas. Vitamin dan mineral dapat membantu tubuh Anda berfungsi dengan baik.

Kesimpulan

Nasi putih mengandung karbohidrat yang dapat diubah menjadi gula oleh tubuh. Konsumsi nasi putih yang berlebihan dapat menyebabkan peningkatan gula darah, terutama bagi penderita diabetes. Kandungan gula nasi putih dapat berbeda tergantung pada suhu, jenis, ukuran, dan cara memasaknya.

Bagi penderita diabetes, sebaiknya memilih beras khusus diabetes yang memiliki indeks glikemik yang lebih rendah dan kandungan nutrisi yang lebih tinggi daripada nasi putih. Beberapa jenis beras khusus diabetes adalah beras merah, beras basmati, dan beras hitam. Jenis beras ini dapat membantu mengendalikan gula darah, kolesterol, tekanan darah, dan berat badan, serta memberikan manfaat kesehatan lainnya.

Apakah Anda ingin menikmati nasi putih yang lezat tanpa khawatir dengan gula darah? Coba beras Aamandia, beras organik khusus yang diformulasikan untuk penderita diabetes atau untuk mencegah diabetes. Beras Amandia memiliki indeks glikemik yang sangat rendah, yaitu 42.3, sehingga tidak menyebabkan lonjakan gula darah setelah makan. Klik tautan ini untuk informasi dan pemesanan.

By Digital