• Thu. Feb 29th, 2024

Tips Digital Marketing

Tips & Tutorial Digital Marketing

Karakteristik Biji Kopi yang Perlu Anda Ketahui

ByDigital

Dec 19, 2023

Banyak orang di seluruh dunia menyukai kopi. Biji kopi adalah biji yang berasal dari buah kopi yang tumbuh di pohon kopi. Empat jenis biji kopi yang paling umum digunakan adalah Arabika, Robusta, Liberika, dan Excelsa.

Setiap jenis biji kopi memiliki efek, rasa, dan aroma yang berbeda. Masing-masing biji kopi memiliki karakteristik unik, termasuk bentuk, ukuran, warna, aroma, rasa, kadar kafein, dan tingkat keasaman. Sebelum melanjutkan jika Anda ingin mengering kopi dengan hasil yang berkualitas Anda bisa menggunakan Oven pengering biji kopi dengan kualitasnya yang oke. Penjelasan singkat tentang karakteristik biji kopi yang perlu Anda ketahui.

karakteristik biji kopi

karakteristik Biji Kopi yang Perlu Anda Ketahui

1. Arabika

Arabika, jenis biji kopi yang paling terkenal dan berkualitas tinggi, berasal dari Ethiopia dan telah tersebar ke banyak negara, termasuk Indonesia. Bentuk biji arabika agak lonjong dan pipih, dengan lengkungan tipis dan garis tengah yang tidak rata. Warna biji Arabika dapat hijau, kuning, merah, atau cokelat. Arabika memiliki rasa yang halus, manis, dan sedikit asam, dengan aroma yang kaya dan kompleks.

Arabika memiliki berbagai rasa, mulai dari rempah, buah, bunga, hingga cokelat. Arabika lebih baik ditanam di dataran tinggi dengan curah hujan yang stabil dan paparan sinar matahari alami yang cukup. Tingkat kafeinnya sekitar 1% hingga 1,5%, dan tingkat keasamannya sekitar 4,5 hingga 6. Arabika membutuhkan perawatan ekstra karena merupakan jenis kopi yang paling rewel dan rentan terhadap hama.

2. Robusta

Robusta berasal dari Afrika Barat dan menyebar ke berbagai negara tropis, termasuk Indonesia, menjadi jenis kopi yang paling banyak diproduksi kedua setelah Arabika. Bentuk biji Robusta agak bulat dan tebal, dengan lengkungan yang lebih tebal daripada Arabika, dan garis tengah yang hampir rata. Biji Robusta biasanya berwarna hijau kecokelatan. Robusta memiliki rasa pekat, pahit, dan sedikit asam, serta aroma yang kuat dan smokey.

Robusta memiliki rasa tanah, atau rasa tanah setelah hujan, tetapi tidak sebanyak Arabika. Robusta lebih baik ditanam di dataran rendah dengan curah hujan tinggi dan paparan sinar matahari alami yang cukup. Tingkat kafeinnya sekitar 2% hingga 2,5%, dan tingkat keasamannya sekitar 5-5,5 pH. Robusta adalah jenis kopi yang lebih tahan terhadap hama dan kondisi lingkungan yang tidak sesuai. Akibatnya, lebih mudah untuk menanam dan mengembangkan kopi ini.

3. Liberika

Liberika adalah jenis biji kopi yang paling sulit ditemukan dan jarang dimakan. Liberika berasal dari Liberia dan menyebar ke banyak negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Biji Liberika lebih besar dan tidak beraturan daripada biji kopi lainnya. Biji Liberika biasanya berwarna hijau keabu-abuan. Liberika memiliki aroma buah dan bunga yang tidak biasa.

Liberika memiliki berbagai rasa, mulai dari pedas hingga smokey dan akhirnya pahit. Liberika cocok untuk ditanam di dataran rendah dengan curah hujan tinggi dan paparan sinar matahari alami yang cukup. Tingkat kafeinnya sekitar 1,5% hingga 2%, dan tingkat keasamannya sekitar 4,5 hingga 5,5 pH. Liberika adalah jenis kopi yang lebih tahan terhadap hama dan penyakit, tetapi pohonnya yang besar dan tinggi membuatnya lebih sulit ditanam dan dipanen.

4. Excelsa

Excelsa adalah jenis biji kopi yang baru saja dimasukkan ke Liberika, tetapi memiliki karakteristik yang berbeda. Itu berasal dari Afrika Tengah dan tumbuh di banyak negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Biasanya hijau kekuningan, biji Excelsa memiliki bentuk yang mirip dengan Robusta, tetapi lebih kecil dan lebih tipis. Excelsa memiliki rasa asam ala buah dan aroma smokey yang ringan.

Excelsa memiliki berbagai rasa, mulai dari rempah, buah, bunga, dan karamel. Excelsa lebih baik ditanam di dataran tinggi dengan curah hujan sedang dan paparan sinar matahari alami yang cukup. Tingkat kafeinnya sekitar 1% hingga 1,5%, dan tingkat keasamannya sekitar 4,5 hingga 5. Orang yang tidak terlalu suka kopi akan menyukai Excelsa karena aroma dan kafeinnya yang lebih ringan.

 

Itulah artikel tentang karakteristik biji kopi. Faktor-faktor seperti tempat tumbuh, proses produksi, dan perbedaan genetika sangat memengaruhi karakteristik biji kopi. Empat jenis biji kopi yang paling umum dikonsumsi adalah Excelsa, Liberika, Robusta, dan Arabika.

Masing-masing biji kopi memiliki karakteristik unik, termasuk bentuk, ukuran, warna, aroma, rasa, kadar kafein, dan tingkat keasaman. Jika Anda ingin mengeringkan kopi dengan hasil yang berkualitas Anda bisa menggunakan Oven pengering biji kopi dengan kualitasnya yang oke. Dengan memahami karakteristik biji kopi, kita dapat menyesuaikan rasa dan menikmati kopi dengan lebih baik. Semoga Anda berhasil! 

By Digital